Penulis: acehnesia

Laporan Arafah ACEHNESIA.COM — Kota Subulussalam adalah salah satu kota yang berada di Aceh yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser. Sehingga di Subulussalam banyak potensi alam yang masih asri seperti air terjun. Beberapa air terjun yang terdapat di Kota Subulussalam antara lain Air Terjun Lae Soraya, Air Terjun Silangit, Air Terjun Kedabuhan, Air Terjun SKPC, Air Terjun Lae Impal dan masih banyak air terjun yang masih tersembunyi Kota Subulussalam. Ekowisata Lae Soraya yang dijadikan Stasiun Riset Soraya di Subulussalam yang didirikan sejak 1994, berada di sepanjang Sungai Alas Singkil tepatnya di Kampong Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Perjalanan…

Read More

Laporan Moch Chandra Adlinsyah ACEHNESIA.COM — Saya Moch Chandra Adlinsyah, alumni Universitas Pendidikan Indonesia. Demisioner ketua Ikatan Mahasiswa Aceh UPI tahun 2018 dan juga kader dari Sekolah Pemimpin Muda Aceh. Kamis, 23 September 2020, saya berziarah ke makam Tungku Bantaqiah Beutong Ateuh Banggala bersama 2 (dua) orang lainnya. Nabil dan Sandi yang merupakan penduduk asli Ule Jalan Kabupaten Nagan Raya. Akses jalan menuju ke sana sudah cukup baik. Dan di setengah perjalanan, tepatnya setelah puncak singgah mata, saya melihat semangat anak anak Indonesia muda Aceh dalam menempuh pendidikannya di era covid 19. Ada yang sedang mencari sinyal untuk pembelajaran daring.…

Read More

Laporan Ila Namsu ACEHNESIA.COM –  Ara Jehmen Kati Ara Besilo.’ Pepatah ini sangat mengakar dalam budaya Gayo. Pepatah Gayo ini menjadi bukti bahwa orang Gayo mempunyai tradisi dan peradaban yang tinggi dari zaman dahulu dan masih dipertahankan sampai sekarang. Dalam adat suku Gayo, ada beberapa aturan mengenai pemanfaatan hutan belantara untuk kehidupan bermasyarakat. Semua diatur dengan kearifan lokal suku Gayo. Jauh sebelum isu global warming dan emisi gas rumah kaca dianggap mengancam keberlangsungan kehidupan umat manusia, nenek moyang orang Gayo telah memikirkan cara penggunaan hutan yang baik demi kehidupan umat manusia. Dalam adat orang Gayo, hutan dibagi dalam beberapa bagian.…

Read More

Laporan Intan Fadila ACEHNESIA.COM — Air terjun yang memiliki genangan Kolam berwarna biru adalah tempat rekreasi wisata yang paling menyenangkan. Seperti di Kampung Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues. Lokasi Air terjun ini banyak dikunjungi oleh wisata lokal, seperti yang kami lihat banyak dikunjungi pada Minggu 20 September 2020. Di tengah kondisi masih dalam suasana gejolak virus corona, warga masih banyak mengunjungi wisata Aih Terjun Rerebe yang merupakan ikon wisata Kecamatan Rerebe ini. Selain susana yang asri, di tengah rerimbunan pepohonan di sekeliling lokasi juga di dukung oleh akses jalan yang sangat bagus. Lokasi berburu foto pemandangan tang indah juga…

Read More

ACEHNESIA.COM – Tradisi adalahsebuah warisan kekayaan yang turundan perlu dilestarikan keberadaannya. Salah satunya adalah tradisi mandi tujuh bulanan bagi pengantin baru yang kehamilannya memasuki usia 7 bulan. Secara antropologis, kehamilan adalah simbol fertilitas dan penanda lahirnya sebuah generasi baru yang harus disambut dengan seksama. Tradisi tujuh bulanan di Aceh disambut dengan acara makan-makan (peunajoh). Sedapat mungkin dibuat meriah, apalagi jika menyambut anak pertama. Sebutan dalam bahasa Aceh untuk anak pertama dari putera laki-laki tertua adalah “menyambut putra mahkota” (seumambot aneuk raja). Menurut adat Aceh, memasuki masa kehamilan tujuh bulan, keluarga suami mendatangi keluarga istri dengan khidmat. Proses adat itu juga…

Read More

Sejarah Masjid Jin di Aceh ACEHENSIA.COM – Sejarah masjid jin di Aceh akan jadi topik menarik kita kali ini. Masjid yang jadi peninggalan sejarah itu dibangun pada tahun 1901. Pasalnya, nama jin indetik dengan makhluk halus. Namun masjid ini nyata berdiri di sebuah desa bernama Lueng Angen Kutablang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Ada cerita menarik dari masjid yang dibangun Teungku H. Syekh Abdul Jalil ini. Alkisah, Teungku Haji Syekh Abdul Jalil kembali ke Aceh setelah menimba ilmu di Mekkah. Lalu Syekh Abdul Jalil menggelar pengajian di masjid ini. Foto Dok. Net/Stemian Namun pada satu ketika, jamaah pengajian merasa heran kenapa…

Read More

ACEHNESIA.COM — Kata Makmeugang atau disebut juga meugang bukan lagi hal yang asing dikalangan masyarakat Aceh. Makmeugang merupakan tradisi memasak daging dan menikmati bersama kelurga, banyak ragam masakan yang diolah menggunakan bahan daging pada susasana meugang, makmeugang diawali dengan pemotongan sapi, kerbau ataupun kambing. Susana Meugang di Aceh. Foto Dok Kumparan Sebagian masyarakat juga ada yang membeli daging untuk mengolah dalam memenuhi tradisi makmeugang ini. Sejarah makmeugang diawali pada masa kerajaan Aceh dengan memotong hewan dalam jumlah yang banyak dan dibagikan secara gratis kepada msyarakat, hal ini dilakukan sebagai rasa syukur dan terimakasih atas kemakmuran Aceh. Saat ini tradisi makmeugang…

Read More