Ayo kita Selamatkan Air Terjun Lae Soraya Sebelum Keindahannya Rusak akibat Proyek PLTA

0 Comments

Kota Subulussalam adalah salah satu kota yang berada di Aceh yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser. Sehingga di Subulussalam banyak potensi alam yang masih asri seperti air terjun.
Beberapa air terjun yang terdapat di Kota Subulussalam antara lain air terjun Lae Soraya, air terjun Silangit, air terjun Kedabuhan, air terjun SKPC, air terjun Lae Impal dan masih banyak air terjun yang masih tersembunyi Kota Subulussalam.

Ekowisata Lae Soraya yang dijadikan Stasiun Riset Soraya di Subulussalam yang didirikan sejak 1994, berada di sepanjang sungai Alas Singkil tepatnya di Kampong Pasir Belo Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam.
Perjalanan menuju ke lokasi ini menggunakan perahu tradisional (robin) dengan menyusuri sungai yang lebarnya (100m) selama 2-3 Jam.
Jika kita menyusuri sepanjang sungai ini, kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah dengan beberapa air terjun yang masih sangat sangat asri yaitu air terjun Lae Soraya, Ruam, Ranto Panjang, Batu Biti, Simanuk-manuk Betina dan air terjun Simanuk-jantan.
Sayangnya sungai Alas-Singkil ini rencananya akan dibendung, demi meningkatkan pasokan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA] berkapasitas 126 mega watt, berlokasi di Desa Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, rencananya dibangun oleh gabungan PT. Atmo Daya Energi [Adein], PT Hyundai Engineering, dan Saman Corporation.
Warga khawatir pembangunan PLTA ini akan merusak keindahan alam dan mengakibatkan hilangnya mata pencarian warga yang bergantung dari hasil tangkapan ikan. Daerah Lae Soraya ini termasuk kedalam kawasan hutan dataran rendah dan juga jalur satwa dari hutan Leuser di bagian tenggara dan tengah ke selatan atau ke Suaka Margasatwa Rawa Singkil dan sebaliknya.

Choose your Reaction!
Leave a Comment

Your email address will not be published.