Olympus Blog

In the Olympus blog you'll find the latest news about the community, tutorials, helpful resources and much more! React to the news with the emotion stickers and have fun!
Bottom image

Pendidikan Negeri Rapuh Hampir Tak Lagi Bernyawa

Dok: Moch Chandra Aldlinsyah

Moch Chandra Adlinsyah, alumni Universitas Pendidikan Indonesia. Demisioner ketua Ikatan Mahasiswa Aceh UPI tahun 2018. Dan juga kader dari Sekolah Pemimpin Muda Aceh.

Kamis, 23 September 2020. Saya berziarah ke makam Tungku Bantaqiah Beutong Ateuh Banggala bersama 2 (dua) orang lainnya. Nabil dan Sandi yang merupakan penduduk asli Ule Jalan Kabupaten Nagan Raya.

Akses jalan menuju kesana sudah cukup baik. Dan di setengah perjalanan, tepatnya setelah puncak singgah mata, saya melihat semangat anak anak Indonesia muda Aceh dalam menempuh pendidikannya di era covid 19 yang sedang mencari sinyal untuk pembelajaran darring. Dengan pakaian yang bebas, ada yang terlihat ceria, dan adapula yang terlihat sebaliknya. Saya sempat mengamati mereka secara sekilas. Tidak semua dari mereka mempunyai fasilitas untuk melaksanakan pembelajaran. Dan tidak semua dari mereka mampu mengoperasikan gedget sesuai harapan yang digaung-gaungkan oleh elit politik saat ini. Sedih? Iya. Bangga? Juga ia. Karena semangat mereka anak pelosok negeri yang tidak pernah padam.

Anggaran covid 19 mencapai 47 M untuk Kabupaten Nagan Raya (https://aceh.antaranews.com/berita/167117/bupati-nagan-raya-ingatkan-hati-hati-kelola-anggaran-covid-19-rp47-miliar). Apa manfaat anggaran tersebut? Bagaimana perencanaan untuk pengelolaan anggaran tersebut? Dan sudah sampai mana dampak anggaran tersebut bagi masyarakat?
Mungkin, jika saya bisa menyarankan. Alangkah baiknya anggaran tersebut juga dapat membantu fasilitas pendidikan bagi para penuntut ilmu di era covid ini. Buatkan pos disetiap perdesaan dengan tetap mengikuti intruksi dari protokol kesehatan sebagai wadah untuk anak-anak dapat melaksanakan proses belajar darring. Karena sangat disayangkan, jika anggaran ini tidak dikelola dengan bijaksana. Akan merugikan masyarakat, khususnya generasi bangsa mendatang. Semoga pandemi cepat berlalu dan pemerintah tetap bijak dalam menempatkan kebijakannya.

Rektor Pimpin Upacara Sertijab Komandan Menwa UTU.

Dok: Panitia

Bertempat di Gedung Terintegrasi Universitas Teuku Umar, Selasa (29/09/2020) Rektor UTU Prof. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA pimpin upacara serah terima jabatan Unit Kegiatan Mahasiswa Resimen Mahasiswa (UKM MENWA). Prof. Jasman dalam upacara serah teruma jabatan tersebut secara resmi menyemat tanda pengangkatan kepada Tarmizi sebagai komandan yang baru dari sebelumnya dijabat oleh Habibi J.

Prof. Jasman dalam sambutannya menyampaikan bahwa manusia-manusia yang berkarakter lahir dari kebiasaan hidup yang baik seperti kebiasaan untuk berdisiplin, jujur dan loyal dalam kehidupan sehari-hari.

“Jiwa yang baik itu dimunculkan dari seorang mahasiswa yang berkarakter, manusia-manusia yang berkarakter tersebut lahir dari kebiasaan hidup yang penuh dengan kedisplinan, loyalitas yang sangat luar biasa dan cinta tanah air adalah nomor 1 baginya. Untuk mendapatkan itu semua adalah dengan cara berproses melalui UKM-UKM seperti Resimen Mahasiswa ini,” jelas Prof. Jasman.

“Saya harap kepada para Dekan, Dosen untuk mendorong mahasiswa agar berperan aktif dalam berorganisasi terutama seperti organisasi resimen mahasiswa karena dengan memasuki organisasi semacam ini akan membentuk karakter kedisiplinan dan cinta akan tanah airnya sendiri,” tambah Prof. Jasman.
Bangsa yang hebat adalah bangsa yang disiplin, bangsa yang berkharisma. Karena ini suatu Unit kegiatan mahasiswa yang memiliki nilai plus terutama dalam hal menumbuhkan disiplin dan cinta tanah air,” tutup Prof. Jasman.

Foto bersama usai sertijab

Pada upacara Sertijab tersebut turut dihadiri oleh unsur Batalyon 116/GS, Korem 012 Teuku Umar, unsur Detasemen Polisi Militer, Unsur Polres Aceh Barat, Unsur Bupati, Wakil Rektor III Dr. Mursyidin, MA, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Alumni Menwa, Pema dan DPM UTU serta para dosen dan staf di lingkungan UTU.

Ini lah kami tim ranger gampong bunin

MULAI Sabtu (27/09/2020), Tim 2 Ranger Gampong Bunin, Kabupaten Aceh Timur memulai patroli untuk menjaga agar hutan lindung tidak dirusak, dan satwa di hutan ini bisa hidup tenang tanpa diburu.
Untuk memantau area hutan yang dikelola oleh Lembaga Pengelolaan Hutan Gampong (LPHG) Bunin, terdapat dua Tim Ranger, yang masing masing tim akan menjalanimelakukan patroli sejauh 15 Km selama lima hari di dalam hutan.
Di area hutan Gampong Bunin ini banyak terdapat fitur alam dan bermacam jenis satwa khas hutan hujan.
Satwa yang sering kami jumpai antara lain, rusa, mawas, beruang, dan berbagai jenis burung.
Harimau Sumatera juga banyak di hutan ini. Tapi selama kami melakukan patroli, kami hanya menemukan jejak tapaknya saja. Mungkin di lain waktu kami bisa berjumpa dan menyapanya untuk kalian.
Dukung kami ya, untuk menjaga agar hutan dan alam kita tetap lestari.

PESONA TERSEMBUNYI AIR TERJUN KAKI MERAPI BUR NI TELONG

Potensi Hutan Damaran,adalah destinasi wisata alam baru, yang dapat dijadikan alternatif untuk luangkan waktu, sekedar menikmati keindahan alam yang ada di Damaran baru di Kaki Gunung Bur Ni Telong, Kecamatan Timang Gajah Bener Meriah.

Sebuah suguhan potensi alam yang ada di dalam hutan, sayang jika dilewatkan.

Lokasi air terjun untuk tempat rekreasi bagi yang senang berpetuang.,

Damaran Baru adalah sebuah pilihan baru, bagi para Pecinta Alam yang ingin bercengkrama bersama teduhnya suasana disana, yang asri ditempat tersebut.

Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini, selain ingin suasana yang teduh disekitar pepohonan di dalam Kawasan Hutan Kampung, lokasi ini juga dapat ditemui hamparan bunga-bunga anggrek endemik dari berbagai jenis yang dilindungi ditempat ini, menjadikan momentum wisata yang tidak mudah untuk di lupakan.

Akses menanjak menuju Air terjun memberikan sensasi tersendiri untuk sebuah perjalanan yang sedikit menantang.

Rekam Photo (17/08/2020)

Air terjun kaki Merapi bur ni telong

PESONA AIR TERJUN KOLAM BIRU REREBE

Air Terjun yang memiliki genangan Kolam berwarna biru, adalah tempat rekreasi wisata bertempat Kampung Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo lues, banyak di kunjungi oleh wisata lokal, seperti yang kami lihat banyak di kunjungi pada minggu 20:9:20.

Ditengah kondisi masih dalam suasana gejolak virus Corona, warga masih banyak mengujungi wisata aih terjun rerebe yang merupakan aikon wisata kecamatan rerebe ini.

Selain susana yang asri di tengah rerimbunan pepohonan di sekeliling lokasi juga di dukung oleh akses jalan yang sangat bagus, lokasi berburu foto pemandangan tang indah juga sangat menawan.

TATA RUANG PENGUNAN KAWASAN HUTAN DALAM TRADISI SUKU GAYO

Ara Jehmen Kati Ara Besilo
‘ada zaman, baru ada sekarang’

Foto Anak-anak Pining yang berusaha mempertahakan hutanya dari rencana infestasi pertambangan

Pepatah Gayo ini menjadi bukti bahwa orang Gayo mempunyai tradisi dan peradaban yang tinggi dari zaman dahulu dan masih dipertahankan sampai sekarang. Dalam adat suku Gayo, ada beberapa aturan mengenai pemanfaatan hutan belantara untuk kehidupan bermasyarakat. Semua diatur dengan kearifan lokal suku Gayo.

Jauh sebelum isu global warming dan emisi gas rumah kaca dianggap mengancam keberlangsungan kehidupan umat manusia, nenek moyang orang Gayo telah memikirkan cara penggunaan hutan yang baik demi kehidupan umat manusia. Dalam adat orang Gayo, hutan dibagi dalam beberapa bagian. Bagian-bagian itu diberi nama Blang Penjemuren, Blang Perutemen, Blang Perueren, Blang Perempusen, dan Aih Aunen.

Blang Penjemuren  berarti sebuah tempat untuk menjemur padi sebelum dijadikan beras. Tempat ini secara khusus bagi kaum wanita untuk menjemur padi. Biasanya padi dijemur baramai-ramai dari beberapa rumah tangga yang hanya dijaga dua gadis agar tidak diganggu binatang. Karena di dalam adat orang Gayo ada istilah “anakku, anakmu” yang berarti perkumpulan anak gadis dan pemuda satu kampung adalah milik bersama dalam menggunakan tenaganya. Hal ini sebagai wujud rasa persaudaraan suku Gayo.

Blang Penjemuren berposisi di pinggir daerah permukiman suatu kampung yang berbatasan langsung dengan hutan yang paling dekat dengan kampung tersebut. Tempat ini bisa disebut juga “Dewal”.  Di sini dibuat tempat padi yang sudah dipanen atau disebut dengan “Keben”. Alasan padi ditempatkan di luar kampung, jika terjadi sesuatu pada kampung seperti kebakaran, padi bisa selamat sebagai makanan pokok dalam mempertahankan kehidupan.

“Keben “ juga berfungsi sebagai tempat tidur para pemuda “Sebujang” beramai-ramai ton nome sebujang. Tujuannya, bila terjadi sesuatu pada kampung, para pemuda mudah dipanggil karena mereka tidur pada satu tempat.

Berikutnya, Blang Perutemen yang berarti suatu kawasan hutan untuk mengambil kayu bakar “Utem”.  Hanya dari kawasan hutan inilah kayu boleh diambil kayu bakar dan kayu untuk keperluan lainnya. Syaratnya, kawasan hutan ini tidak boleh berada di hulu sungai sehingga tidak akan merusak sumber mata air.

Dalam adat ini juga diatur agar tidak sembarangan mengambil kayu di hutan. “tebang pilih kayu i uten kati selisih mara bahaya” (menebang kayu di hutan harus dipilih-pilih, tidak boleh sembarangan agar bahaya bencana alam tidak terjadi).

Di kawasan hutan “Blang Perutemen” inilah segala kayu yang dibutuhkan bisa diambil, termasuk kayu untuk membuat rumah. Namun, ada tata cara mengambil kayu di sini. Siapa yang mau menebang, harus kembali menanam jenis kayu tersebut sesuai dengan jumlah yang ditebang. Bahkan, sebelum menebang pun  ada upacara khusus yang bertujuan untuk meminta izin kepada pemilik dan penguasa di hutan tersebut “empu ni tempat”  yang biasa dipimpin oleh seorang pawang hutan.

Blang Perueren adalah kawasan hutan secara khusus untuk beternak. Biasanya kawasan ini ditentukan dari kesepakatan tokoh masyarakat yang diyakini bisa beternak sapi atau kerbau yang tidak mengganggu kebun milik masyarakat lainnya. Di Kabupaten Gayo Lues, daerah yang bernama Blang Nangka dahulunya adalah kawasan “Bur Perueren”. Di Kecamatan Pining masih bisa kita lihat sampai sekarang “Bur Perueren Berang Salam”.

Blang Perempusen merupakan kawasan hutan yang dimiliki secara khusus oleh sebuah keluarga dalam usaha mengolah lahan pertanian. Kawasan hutan ini dibentuk dan ditetapkan dari hasil kesepakatan bersama masyarakat kampung sehingga disepakati jumlah luas lahan tertentu.

Aih Aunen merupakan kawasan sungai yang berfungsi sebagai sumber air bagi kaum suku Gayo. Selain tempat mandi, sungai juga berfungsi dalam beberapa hal, termasuk untuk memenuhi sumber makanan. Dalam aturan ini, sungai juga harus dijaga dan tidak menyebarkan racun. Hal ini diangap perlu karena banyak rumah tangga yang tak bisa memasang air bersih ke dalam rumah. Mereka menjadikan sungai sebagai sumber air minum. Para janda dan anak yatim yang hidup di bawah garis kemiskinan mengandalkan sungai sebagai sumber kehidupan terutama lauk. Di sungai mereka “mengegi, nyekot, dan rodok”.

Dalam masyarakat suku Gayo, sungai sebagai tempat mandi juga dibagi dua, yakni Aunen Benen (tempat mandi khusus wanita) dan Aunen Rawan (tempat mandi khusus Pria). Di tempat mandi inilah beragam cerita kehidupan suku Gayo bisa kita dapat

Foto adalah : Kebradaan pemukiman kampung yang berada di tengah hutan Pining

MENIKMATI KEINDAHAN AIR TERJUN JALUK

poto di titik air terjun ke empat

Berbicara potensi wisata di dataran tinggi Gayo tak akan ada habisnya.
Daerah dengan tarian khasnya Tari Guel ini identik dengan nuansa alam yang sejuk, pohon pinus sebagai penghijau, tembakau sebagai kenikmatan, pegunungan hijau bagai pemanja mata, dan kenikmatan kopinya menjadi daya tarik wisatawan.
Jika Anda berkunjung ke Aceh Tengah, jangan lewatkan kesempatan untuk singgah di lokasi wisata air terjun Jaluk.
Destinasi yang baru dibuka ini akan memberi pengalaman unik bagi para traveler. Karena untuk mencapai lokasi ini, kalian akan melewati hamparan kebun kopi.
Air terjun Jaluk yang memiliki empat titik air terjun ini berada di Kampung Jaluk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.
Untuk mencapai lokasi air terjun, harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 600 meter, melintasi jalan tanah dan melewati perkebunan kopi milik warga setempat.
Tiba di lokasi air terjun, Anda bisa memilih di antara empat titik air terjun untuk berswafoto. Keempat titik air terjun itu memiliki ketinggian yang bervariasi.
Air terjun yang berada di tingkat paling bawah, merupakan yang paling tinggi dengan hiasan tebing dan keindahan hutan yang masih sangat alami.
Sedangkan air di tingkat kedua, terlihat lebih lebar sekira dua meter, dengan air yang mengalir dari sisi kanan bersamaan dengan air terjun di tingkat ketiga.
Terakhir, air terjun di tingkat keempat yang berada di sisi kiri dengan jarak sekitar 15 meter, melewati aliran sungai yang dikelilingi tebing dan akar belukar yang bergelantungan dari pohon-pohon di sisi atas air terjun.

poto air terjun pertama
poto air terjun ke dua
air terjun ke tiga


Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan waktu terbaik kalian untuk mengunjungi lokasi ini.

Menikmati Keindahan Air Terjun Jaluk

poto air terjun ke empat

Menikmati Keindahan Air Terjun Jaluk

Berbicara potensi wisata di dataran tinggi Gayo tak akan ada habisnya.
Daerah dengan tarian khasnya Tari Guel ini identik dengan nuansa alam yang sejuk, pohon pinus sebagai penghijau, tembakau sebagai kenikmatan, pegunungan hijau bagai pemanja mata, dan kenikmatan kopinya menjadi daya tarik wisatawan.
Jika Anda berkunjung ke Aceh Tengah, jangan lewatkan kesempatan untuk singgah di lokasi wisata air terjun Jaluk.
Destinasi yang baru dibuka ini akan memberi pengalaman unik bagi para traveler. Karena untuk mencapai lokasi ini, kalian akan melewati hamparan kebun kopi.
Air terjun Jaluk yang memiliki empat titik air terjun ini berada di Kampung Jaluk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.
Untuk mencapai lokasi air terjun, harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 600 meter, melintasi jalan tanah dan melewati perkebunan kopi milik warga setempat.

poto air terjun pertama (terbawah)
poto air terjun ke dua


Tiba di lokasi air terjun, Anda bisa memilih di antara empat titik air terjun untuk berswafoto. Keempat titik air terjun itu memiliki ketinggian yang bervariasi.
Air terjun yang berada di tingkat paling bawah, merupakan yang paling tinggi dengan hiasan tebing dan keindahan hutan yang masih sangat alami.
Sedangkan air di tingkat kedua, terlihat lebih lebar sekira dua meter, dengan air yang mengalir dari sisi kanan bersamaan dengan air terjun di tingkat ketiga.
Terakhir, air terjun di tingkat keempat yang berada di sisi kiri dengan jarak sekitar 15 meter, melewati aliran sungai yang dikelilingi tebing dan akar belukar yang bergelantungan dari pohon-pohon di sisi atas air terjun.
Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan waktu terbaik kalian untuk mengunjungi lokasi ini.

Objek keindahan Alam Wisata Air terjun Dikelola (Pokdarwis) Sadar Wisata

Objek Keindahan Wisata Air Terjun Dikelola (Pokdarwis) Sadar Wisata

Ketua kelompok pokdarwis pesona alam desa bergang kecamatan ketol,aceh tengah,senin 14 oktober 2020 mengatakan air terjun ini merupakan objek wisata yang masih kurangNya datang pengunjung padahal begitu banyak keindahan air terjun seperti pesona alamnya,habitat flora dan fauna,memancing ikan mahser (gegaring),outbond,dan arum jeram

“Air terjun yang berada dikawasan desa bergang,karang ampar tersebut pokdarwis menemukan sejak tahun 2017 sebelumnya orang tidak mengetahui bahwa di tengah hutan banyak terdapat air terjun hanya saja letak air terjun tersebut berbeda-beda tempat.namun setelah pokdarwis menemukan air terjun tersebut ada beberapa orang yang datang mengunjungi letak air terjun di hari selasa yang datang mengunjungi tempat wisata tersebut BAPPEDA Aceh Tengah,Dinas pariwisata,PU,dan Seorang Jurnalis Lintas Gayo

Pokdarwis pesona alam juga mulai mengembangkan kawasan wisata alam di desa bergang,karang ampar yang rencanakan menjadi desa wisata dan bisa menjadi salah satu destinasi wisata

Sejauh ini pihaknya masih mengandalkan keindahan alam semata karena kawasan wisata belum dilengkapi sarana prasarana pendukung seperti pembangunan jalan menuju pesona alam air terjun,pembangunan pondok wisata.

Objek Keindahan Wisata Air Terjun Dikelola (Pokdarwis) Sadar Wisata

Desa bergang karang ampar berbatasan dengan desa karang ampar,kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pesona alam desa bergang,karang ampar kabupaten aceh tengah mulai mengelola potensi wisata air terjun yang ada di daerah bergang,karang ampar

Arfan sebagai ketua kelompok pokdarwis pesona alam desa bergang,karang ampar kecamatan ketol,aceh tengah,kamis,mengatakan air terjun ini merupakan objek wisata yang masih kurang pengunjung padahal begitu banyak keindahan air terjun seperti pesona alamnya,habitat flora dan fauna,memancing ikan mahser (gegaring),outbond,dan arum jeram

“Air terjun yang berada di kawasan bergang karang ampar tersebut pokdarwis menemukan sejak tahun 2017 sebelumnya banyak orang yang takut datang kesana karena daerahnya di tengah hutan.namun setelah pokdarwis menemukan air terjun tersebut ada beberapa orang yang datang berkunjung kemarin di hari selasa 15 okt 2020 dari BAPPEDA Aceh Tengah,Dinas Pariwisata,PU,Dan Seorang Jurnalis Lintas Gayo

Pokdarwis pesona alam mulai mengembangkan kawasan wisata alam di desa bergang karang ampar yang direncanakan menjadi desa wisata dan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di bergang karang ampar

Sejauh ini,pihaknya masih mengandalkan keindahan alam wisata semata karena kawasan wisata belum dilengkapi sarana prasarana pendukung seperti pembangunan jalan menuju pesona alam air terjun,pembangunan pondok wisata.

Air terjun alur rumpi

Pesona Air Terjun Alur Rumpi, Rumah Bagi Orangutan dan Satwa Liar Lainnya
Di Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, terdapat air terjun bertingkat tiga yang diberi nama Alur Rumpi.
Lokasi air terjun yang masing-masing tingkat memiliki ketinggian mencapai 10 meter ini bisa dicapai hanya lima menit dari jalan Peureulak-Lokop tepatnya di Km 75.
Selain menawarkan suasana yang sejuk khas hutan hujan, di lokasi air terjun ini kita juga bisa melihat bermacam jenis burung. Bahkan jika beruntung, kita juga bisa melihat beruang madu dan orangutandi habitat aslinya, karena memang lokasi ini adalah rumah bagi mereka.
Selain menawarkan pesona keindahan alam, air terjun ini juga dimanfaatkan warga sebagai salah satu sumber air baku untuk kebutuhan sehari hari.
Air terjun Alur Rumpi ini memenuhi kebutuhan air warga dengan menggunakan pipa ke 85 rumah yang terdapat di Dusun Kuala Bunin dan Dusun Umah Lanting, Gampong Bunin.
Masyarakat Gampong Bunin sangat menjaga kelestarian sumber mata air tersebut dan mengelolanya sebagai hutan desa.
Pengelolaan hutan Gampong Bunin ini telah mendapat izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI pada bulan november 2019.
Jika kamu ingin melihat sendiri bagaimana kami merawat hutan sambil menikmati keindahan air terjun Alur Rumpi, berkunjunglah ke Gampong Bunin. Dijamin kalian tidak akan menyesal.
Latest Posts