Olympus Blog

In the Olympus blog you'll find the latest news about the community, tutorials, helpful resources and much more! React to the news with the emotion stickers and have fun!
Bottom image

Damaran baru eco village

Kampung damaran baru yang berada di kecamatan timang gajah kabupaten bener meriah
Lembaga pengelola Hutan kampung damaran baru bersama masyarakat kampung damaran baru yang anggotanya terdiri dari 3 (tiga) dusun , baik laki laki maupun perempuan sejak (lima tahun yang terakhir melalui lembaga swadaya masyarakat “burni telong” sudah melakukan penataan lingkungan di bantaran sungai dalam hal pengendalian dan pegamana resiko terjadinya bencana. Ini sebagai pengantar mengenai ecovillage Damaran Baru
Sejak saat tulah sampai dengan hari ini terus melakukan upaya hingga di tahun 2018 pemerintah daerah kabupaten bener meriah memberikan penghargaan sebagai desa tangguh bencana dan kemudian berkembang menjadi ecovillage yaitu masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam lingkungan .
Lembaga pengelola hutan kampung damaran baru bersama masyarakat damaran baru terus berusaha menjadikan kampung damaran baru sebagai destinasi wisata Ecovillage.
Terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra kehutanan lokal, nasional dan internasional yang telah membuat lebih memahami tentang arti pentingnya hidup berdampingan dengan alam lingkungan.
Mari, perlu menjaga, merawat dan melindungi apapun yang telah kita dapat khususnya alam lingkungan, karna itu adalah anugerah dan harta yang sesungguhnya dari Tuhan Allah kepada kita untuk di syukuri dengan cara di jaga, dirawat dan di lindungi
Inisiatif gerak perempuan ini muncul karna bagi kaum perempuan di kampung damaran baru hutan merupakan sumber kehidupan dan dapur bagi masyarakat
Jaga hutan jaga ke hidupan

Cocoklogi Logo Acehnesia

jadi ceritanya logo acehnesia tuh melambangkan aceh bagian dari indonesia, kerning textgram logo acehnesia yang huruf “n” nya melambangkan aceh adalah negeri yg beda sendiri disatukan dengan indonesia melalui emas “warna” dan tanpa disadari selalu hidup dalam sangkar emas atas nama daerah istimewa dengan otonomi khususnya, orang aceh itu sok berani (merah) sebagaimana kalangan indonesia lainnya yang sok suci . Kalau menarik sejarah Warga Aceh yg menyumbang emas ke Indonesia tp emasnya jadi milik “i”ndonesia sedangkan indonesia masih punya emas yg tidak dibagi dengan aceh. Orang aceh juga diatur dengan aturan orang indonesia tapi indonesia sendiri yg kadang suka keluar aturan 1

Sekali lagi ini cuma cocoklogi logo aja , aslinya logo acehnesia seperti ini

acehnesia
logo asli acehnesia seperti tulisan aceh n esia

Diduga Korupsi Dana Desa,Warga Kampung Gegarang tuntut Reje di Nonaktifkan di Kantor Camat Jagong Jeget

Foto warga kampung Gegarang ,jagong jeget

Takengon- Ratusan massa dari Desa Gegarang demo di Kantor Camat Jagong Jeget, menuntut agar Reje Gegarang di nonaktifkan. Dalam aksi demo tersebut Massa meminta agar Reje Gegarang dinonaktifkan dari jabatannya selama proses hukum berjalan.

Idris selaku Ketua RGM menyampaikan “aksi masyarakat hari ini bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah maupun Kecamatan tidak bersikap tegas dalam masalah penyelahgunaan dana Desa oleh Reje Gegarang”, ungkap idris kepada ACEHNESiA, Kamis (03/09/2020).

“Semua bukti sudah kita laporkan kepada Pemerintah dan penegak hukum, namun tidak kunjung diperiksa, hari masyarakat menuntut selama prose hukum berjalan agar Reje untuk sementara di non aktifkan”, terang idris.

Di dalam aula tersebut masyarakat kembali mengemukakan tuntutannya agar Camat Jagong Jeget melaporkan dan membuat surat permohonan menonaktifkan Reje Gegarang Kepada Bupati Aceh Tengah.

Camat Jagong Jeget bersedia menandatangani surat pernyataan yang dibuat boleh masyarakat Gegarang untuk melaporkan dan membuat surat permohonan menonaktifkan Reje Gegarang Kepada Bupati Aceh Tengah.

“Baik atas dasar Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini, saya akan laporkan dan buat surat menonaktifkan Reje Gegarang Kepada Bupati Aceh Tengah”, terang Abada selaku Camat Kecamatan Jagong.

“Apabila dalam seminggu tuntutan masa tidak di penuhi maka masyarakat kembali dengan masa yang lebih besar kembali”.tutup indris.

Populasi Gajah Meningkat, Perkebunan Warga di Aceh Timur Dirusak

Peureulak, Aceh Timur. Dilaporkan oleh masyarakat warga dusun Blang Gading pada hari senin tanggal 7 September 2020.  Dua ekor Gajah liar masuk dan merusak perkebunan sawit warga di kecamatan ranto peureulak. Masuknya dua ekor gajah ini disinyalir karena populasinya yang tidak terkendali. Pemerintah yang bertanggung jawab atas pencatatan populasi gajah di sekitar Aceh Timur kurang memberikan informasi kepada warga atas dampak yang bisa disebabkan.

                       

Habitat Gajah liar semakin sempit karena penebangan pohon di hutan yang tidak terkendali . Karena semakin sempitnya areal habitat gajah menyebabkan gajah – gajah tersebut masuk ke kawasan hunian warga dan merusak lahan petani.

Rusaknya lahan petani bisa menyebabkan hilangnya mata pencaharian warga.

Untuk saat ini kawasan yang terdampak oleh kerusakan yang disebabkan gajah liar tersebut baru dusun Blang Gading, dikhawatirkan jika tidak ada tindak lanjut dari pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan gajah serta habitatnya maka akan semakin meluas ke dusun sekitar Blang Gading seperti Alur Pinang dan Simpang Api.

Masyarakat Blang Gading sudah melapor pada keplor dan Geuchik perihal kerusakan lahan perkebunan warga oleh gajah – gajah tersebut dan harapannya pihak yang terkait segera menindak lanjuti musibah ini.

Krung Tuan Terancam Kering Akibat Galian C ilegal

NISAM ANTARA- Sejak beberapa tahun belakangan galian C di sungai Krueng Tuan Gampong Alue Dua Kecamatan Nisam Antara kab. Aceh Utara kian marak. Pantauan Jurnalis warga di lokasi, pengambilan batu sungai dengan menggunakan beberapa alat berat berupa ekskavator yang dilakukan pelaku usaha tambang galian C di sungai Krueng Tuan , Aceh Utara.

Aparatur Gampong Gampong Alue dua, Tarmizi menyebutkan, aktivitas galian C di Gampong Alue Dua  itu seakan telah membungkam mulut warga disini. “Pengambilan batu sungai dengan cara mengeruk pakai alat berat tersebut saat ini telah mengancam ekosistem lingkungan di sekitar kawasan sungai. Terkesan dibiarkan, tidak ada perhatian dari pihak berwenang dan dinas terkait,” kata Tarmizi kepada Jurnalis ini, minggu(13/09) siang.

kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Batu dalam sungai Kreung Tuan terus diambil dan diangkut menggunakan mobil dump truk kecil maupun besar.

  “Kami masyarakat disini sangat berkeluh terkait kondisi tersebut. Hingga kami warga disini tidak tau harus melaporkan kemana lagi, karena itu tidak pernah ada tanggapan maupun respon,” ujar tarmizi .

Akibat galian c tersebut selain merusak ruas jalan lintas antar gampong, juga telah mengakibatkan kekurangan debit air krung tuan itu sendiri dan juga abrasi yang mengancam masjid dan beberpa rumah warga didekat lokasi galian C tersebut

“Kami warga disini berharap kepada pihak terkait untuk segera menghentikan aktivitas galian tersebut. Ini demi kelangsungan lingkungan hidup kami disini,” pintanya.

Ayo kita Selamatkan Air Terjun Lae Soraya Sebelum Keindahannya Rusak akibat Proyek PLTA

Kota Subulussalam adalah salah satu kota yang berada di Aceh yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser. Sehingga di Subulussalam banyak potensi alam yang masih asri seperti air terjun.
Beberapa air terjun yang terdapat di Kota Subulussalam antara lain air terjun Lae Soraya, air terjun Silangit, air terjun Kedabuhan, air terjun SKPC, air terjun Lae Impal dan masih banyak air terjun yang masih tersembunyi Kota Subulussalam.

Ekowisata Lae Soraya yang dijadikan Stasiun Riset Soraya di Subulussalam yang didirikan sejak 1994, berada di sepanjang sungai Alas Singkil tepatnya di Kampong Pasir Belo Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam.
Perjalanan menuju ke lokasi ini menggunakan perahu tradisional (robin) dengan menyusuri sungai yang lebarnya (100m) selama 2-3 Jam.
Jika kita menyusuri sepanjang sungai ini, kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah dengan beberapa air terjun yang masih sangat sangat asri yaitu air terjun Lae Soraya, Ruam, Ranto Panjang, Batu Biti, Simanuk-manuk Betina dan air terjun Simanuk-jantan.
Sayangnya sungai Alas-Singkil ini rencananya akan dibendung, demi meningkatkan pasokan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA] berkapasitas 126 mega watt, berlokasi di Desa Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, rencananya dibangun oleh gabungan PT. Atmo Daya Energi [Adein], PT Hyundai Engineering, dan Saman Corporation.
Warga khawatir pembangunan PLTA ini akan merusak keindahan alam dan mengakibatkan hilangnya mata pencarian warga yang bergantung dari hasil tangkapan ikan. Daerah Lae Soraya ini termasuk kedalam kawasan hutan dataran rendah dan juga jalur satwa dari hutan Leuser di bagian tenggara dan tengah ke selatan atau ke Suaka Margasatwa Rawa Singkil dan sebaliknya.

Sejak Berstatus Hutan Desa, Ini Manfaat yang Dirasakan Warga Agusen

Gambar Hutan Desa (HD) Agusen

Secara geografis Kampung Agusen terletak di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Masyarakat kampung Agusen pada saat ini sudah bisa memanfaatkan Hutan Lindung (HL) secara legal seluas 1.267 ha yang kini sudah berstatus Hutan Desa (HD) sejak tahun 2018.
Masyarakat kampung Agusen bisa memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam di HD yang memang sudah dibuka sebelum ditetapkanya HL sebagai HD dan tidak boleh melakukan penebangan atau membuka lahan baru. Masyarakat juga bisa memanfaatkan hasil hutan nonkayu secara langsung dari HD.
Masyarakat yang memanfaatkan lahan di HD sudah menerapkan sistem agroforestry. Masyarakat menanam cabe, bawang merah, tembakau dan tanaman semusim lainya di kombinasikan dengan tanaman kehutanan atau tanaman Multi Purpose Tree Sepecies (MPTS) seperti pohon aren, Petai, alpukat, durian, kemiri dan lainya. Sistem agroforestry ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan fungsi utama hutan tetap terjaga.
Masyarakat Agusen memanfaatkan hasil hutan nonkayu seperti Rotan yang digunakan untuk menbuat asesoris seperti gelang, cincin, gantungan kunci dan lainya, Aren yang dimanfaatkan air niranya untuk diolah menjadi gula merah, dan banyak lagi hasil hutan nonkayu yang sudah dimanfaatkan masyarakat baik ada yang dijual dan konsumsi/gunakan sendiri.
Masyarakat kini telah merasa lega dan merasa aman karna sudah bisa mengelola dan memanfaatkan hasil hutan secara legal walau harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk keamanan hutan dalam jangaka panjang.
Dengan kepercayaan yang telah di berikan kepada masyarakat Kampung Agusen untuk mengelola dan memanfaatan hasil hutan, masyarakat harus dapat memanfaatkannya secara bijak dan lestari.

Inilah alasan kami para perempuan melakukan patroli hutan

Perempuan kampung Damaran Baru melakukan kegiatan penjagaan hutan atau sering disebut dengan kegiatan patroli. Kegiatan patroli ini dilakukan akibat dari keresahan kelompok perempuan akan pengalaman terjadinya banjir bandang pada tahun 2015.
Gampong Damaran Baru pada tahun 2015 mengalami bencana alam banjir banda yang mengakibatkan 12 unit rumah warga hanyut terbawa air.
Bencana ini membuat para kelompok perempuan membangun gerakan untuk melindungi kawasan hutan Damaran Baru dari Kehancuran. Kelompok tersebut diberi nama lembaga Pengelola Hutan Kampung Damaran Baru.
Inisiatif gerak perempuan ini muncul karena bagi kaum perempuan di kampung Damaran Baru, hutan merupakan sumber kehidupan dan dapur bagi masyarakat. Mudah-Mudah2an ini menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk terus menjaga hutan, termasuk kaum perempuan dimana saja.

keindahan gunung yang di sebut dalam lagu Hymne Gayo Tawar sedenge

poto Burni Kelieten (gunung Krlieten)

siapa yang tidak mengenal dataran tinggi tanah Gayo dengan nuansa alam yang sejuk seperti pegunungan yang mengelilingi danau Lut Tawar, kota Takengon yang telihat indah dari puncak Al-Kahfi atau yang sering di sebut Pantan Terong dan yang paling khas dari kota dingin ini ialah kenikmatan kopi Gayonya yang sudah tetukir di mata dunia. 

Jika berdiri di Singah Mata, dari Pantan Terong kecamatan bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, disana ynö5kita akan melihat panorama yang sangat indah dari Danau Laut Tawar yang terbentang luas, tanpak di sebelah utara puncak gunung dan tidak terlepas dari pandangan mata dari banyaknya gunung yang terhampar kita bisa melihat langsung ketinggian Burni Kelieten.
adalah salah satu obyek wisata yang ada di kabupaten Aceh Tengah, selain memiliki wisata yang bagus,
Dipuncaknya terdapat Pilar, dibangun Tentara Belanda, “Pada saat itu, masayarakat dijadikan sebagai buruh.

Puncak gunung burni Kelieten memiliki ketinggian sekitar 2639 Meter dari atas permukaan laut. Mendaki puncaknya selain membutuhkan nyali besar dan fisik yang kuat. Rutenya hanya setapak, rute perjalanan menuju Burni Kelieten memiliki dua jalur dari Air Terjun Mengaya, Kecamatan Laut Tawar dan dari Nosar kecamatan Bintang.

gunung burni kelieten yang masuk ke dalam Hymne atau lagu kebangaan orang Gayo yang diciptakan oleh seniman Gayo yaitu almarhum A.R Moese.

Secara geografis, lokasi Gunung Burni kelieten berada pada Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Jarak antara kaki gunung dari kota Takengon kurang lebih sekitar 10 kilometer yang bisa ditempuh dengan melakukan perjalanan selama 30 menit. Titik ini terletak di kecamatan Bintang Desa mengaya yang merupakan start favorit pendakian di gunung tersebut.

daya tarik di puncak Burni Kelieten yaitu pusat poto di batu yang membuat dan terlihat jelas keindahan danau Lut Tawar yang terhampar luas dan tidak ketingalan perpohonan yang indah seolah terukir rapi dengan nuansa lumut yang menempel indah di perpohonan seolah menambah daya tarik mata pendaki.

Ayo Berwisata ke Air Terjun Alur Mancang Sambil Berburu Ikan Kerling

Wisata air terjun alur mancang gampong bunin

Air Terjun Alur Mancang merupakan salah satu potensi wisata yang terdapat di Gampong Bunin, kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. Gampong Bunin merupakan salah satu desa yang berada jauh dari pusat Kabupaten Aceh Timur, untuk menuju Gampong Bunin pengunjung akan menghabiskan waktu selama 3 jam perjalanan.

Meskipun jauh, rasanya sangat rugi bagi kita jika tidak dapat menikmatan keindahan air terjun alur mancang yang hanya dapat di tempuh dengan berjalan kaki ini. Pasalnya selain dapat menikmati keindahan air terjunnya, selama berjalan menuju tempat ini kita dapat merasakan keindahan dan keasrian daerah ini. Desa definitife yang berada di tengah kawasan ekosistem leuser ini memiliki keindahan alam yang tersembunyi dan menyimpan berjuta keanekaragaman hayati yang masih alami.

Kawasan Air Terjun Alur mancang saat ini menjadi salah satu kawasan yang di kelola oleh kelompok pengelola hutan gampong bunin yang telah di terbitkan SK pengelolaannya oleh menteri lingkungan hidup dan kehutanan pada bulan Novemver 2019.

Dikawasan alur mancang ini terdapat ikan kerling atua jurung.bagi yang memburu ikan ini yang di perbolehkan dengan menggunakan pancin dan jala…bagi yang memancing menggunakan umpan cacing, kelapa sawit yang sudah diolah

Geram dengan Ilegal Logging, Kaum Ibu di Ketol Hadang Truk Pembawa Kayu Haram

Kaum perempuan di Desa Bergang Kecamatan Ketol Aceh Tengah yang geram dengan aksi ilegal logging yang terus terjadi di daerah mereka, melakukan aksi penghadangan truk yang membawa kayu hasil ilegal logging.

Aksi penghadangan itu dilakukan kamis,pada tanggal 20 februari 2020.

Selama aktivitas ilegal ini berjalan, terhitung sudah ada lima orang masyarakat yang berasal dari luar desa yang tertangkap karena telah melakukan penebangan liar di desa Bergang.

Hal lain yang menarik adalah pelaku ilegal logging tersebut ditangkap oleh kelompok beberapa ibu-ibu yang diberi nama Singkite Bergang yang memiliki mimpi untuk melindungi hutan Bergang dari kehancuran.

Barang bukti yang mereka temukan lebih kurang setengah ton kayu olahan berbentuk papan dengan jenis kayu meranti.

“Harap turunkan kayu dari truk,” kata seorang ibu bernama Rima yang ikut penghadang truk pembawa kayu jenis meranti yang ditebang secara illegal

Setelah aksi penghadangan tersebut, keesokan hari nya, Jum’at (21/2/2020) Reje Kampung (kepala desa) Bergang kemudian melakukan musyawarah bersama pelaku illegal logging yang merupakan warga dari luar Desa Bergang.

Isi musyawarah itu antara lain tentang penebangan hutan yang terus terjadi karena dibekingi oknum aparatur desa, memusyawarahkan tentang perbaikan jembatan yang rudak akibat sering dilintasi truk pengangkut kayu haram.

Hasil musyawarah, jembatan tersebut kemudian diperbaiki. Tapi persoalan illegal logging di desa itu masih saja belum teratasi.

Dengan tulisan ini, warga berharap pihak berwenang termasuk reje setempat, mengambil sikap atas persoalan ini.

Latest Posts