Olympus Blog

In the Olympus blog you'll find the latest news about the community, tutorials, helpful resources and much more! React to the news with the emotion stickers and have fun!
Bottom image

Penyaluran BLT DD Tahap III Gampong Tuwi Buya (Bukan) HOAX.

Penyerahan BLT DD oleh Keuchik Gampong Tuwi Buya

Pemerintah Gampong Tuwi Buya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap III yang berlangsung di kantor Keuchik setempat, Sabtu 12 September 2020.

Bantuan untuk warga yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini merupakan tahapan terakhir yang disalurkan kepada masyarakat setempat.

Penerima bantuan BLT DD tersebut berdasarkan hasil musyawarah dengan seluruh perangkat Gampong Tuwi Buya.

Keuchik Gampong Tuwi Buya, Muhammad Hendi mengatakan, penyerahan BLT DD Tahap III dengan jumlah penerima 58 kepala keluarga (KK) dalam per KK 600.000,-

“Kita telah menyalurkan BLT DD tahap III kepada 58 orang,” kata Keuchik Gampong Tuwi Buya melalui sambungan telepon kepada Acehnesia.com.

“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan berita-berita bohong yang dapat mempekeruh suasana gampong. Tambahnya

Penyaluran BLT DD tahap III ini juga didampingi oleh Banbinsa dan Kamtibmas serta seluruh aparatur Gampong Tuwi Buya.

Taukah Kamu, Begini Cara Menangkap Ikan Secara Tradisional di Pining

Salah seorang warga Pining sedang membersihkan ikan hasil tangkapannya.(Foto Ismail)

Pining terletak di kawasan paling timur Kabupaten Gayo Lues yang berbatasan langsung dengan Lokop Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur dan Desa Kalul, Aceh Tamiang.

Masyarakat selain berpenghasilan dari sektor pertanian juga menggantungkan hidup dari hasil alam misalnya dari aktivitas menangkap ikan air tawar di sungai setempat.

Masyarakat di Kecamatan Pining pun punya cara khusus dalam menangkap ikan, demi menjaga populasi ikan di sungai setempat.

Berdasarkan kesepakatan bersama seluruh penghulu sekecamatan Pining bahwa menangkap ikan dengan menggunakan racun seperti Melanet, meracun akan di kenakan denda secara adat.

“Tujuannya agar spesies ikan yang hidup di sungai Pining, populasinya tak cepat punah,” sebut Ketua Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining, Abu Kari Aman Jarum.

Warga memasak ikan kebaro Sejenis kering yang banyak di temukan di sungai Ayar Putih,Pining,Gayo Lues.(Foto:Ismail)

Biasanya, warga ketika hendak mencari ikan pergi menelusuri sungai dan bermalam di pinggiran sungai untuk mengumpulkan tangkapan ikan, warga menggunakan alat tradisional seperti jala dan pancing.

Aktivitas mencari ikan dengan bermalam di pinggir sungai ini sering dilakukan warga saat menjelang hari hari besar Islam seperti maulid nabi, idul adha, idul Fitri maupun ketika ada warga yang mengadakan hajatan sunat rasul maupun pesta perkawinan.

Semoga kesadaran masyarakat untuk tidak meracun di sungai ini bisa diterapkan.

Pasalnya, tindakan ini sangat berbahaya. Baik untuk keberlangsungan populasi ikan maupun demi kesehatan manusia yang mengonsumsi ikan tersebut.

AMPLAS-ACEH Desak DLHK Nagan Raya untuk menindak tegas PKS yang mencemari limbah berbau busuk.

22.23 WIB, 12 September 2020

Foto: Ist

NAGAN RAYA – Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Lingkungan dan Sosial (AMPLAS-ACEH) mendesak DLH kabupaten Nagan raya untuk menindak tegas perusahaan kelapa sawit (PKS) yang tidak mematuhi AMDAL yang sudah di tetapkan.

Informasi yang diterima oleh acehnesia.com pada 12 September 2020 AMPLAS-ACEH sangat kecewa terhadap DLH kabupaten Nagan raya yang selama ini tidak menindak tegas PKS yang membuang limbah ke pemukiman warga maupun ke aliran sungai.

“Dari hasil survey kami ke lapangan dan sudah beberapa kali kami lakukan audiensi bersama DLH Kabupaten Nagan raya kami merasakan kecewa sebab DLH kabupaten Nagan raya selama ini hanya memberikan surat peringatan kepada PKS yang mencemari lingkungan tersebut,”Jelas Adil Kurniawan Ketua Mahasiswa Pemuda Peduli Lingkungan dan Sosial-Aceh (AMPLAS-Aceh).

Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini DLH kabupaten Nagan Raya tidak tegas dalam menindak Perusahanaan yang memang sudah banyak meresahkan Masyarakat.

“Buktinya sudah berapa PKS yang benar-benar sudah mencemari Limbah ke pemukiman warga dan ada yang sudah keluar hasil lab limbah tersebut bahwasanya limbah yang di buang ke pemukiman warga maupun ke aliran sungai itu berbahaya, tetapi mereka lagi-lagi hanya memberikan surat peringatan terhadap PKS yang membuang limbah tersebut. Harusnya DLH kabupaten Nagan raya Tegas, apalagi dari Penjelasan dari Komisi III DPRK Nagan raya memang ada temuan yang jelas harus di Evaluasi oleh Perusahaan dan jelas itu “SALAH”.ungkapnya lagi.

Kami berharap permasalahan pencemaran lingkungan oleh PKS cepat selesai, jadi tidak meresahkan masyarakat sekitar PKS tersebut.

“Semoga saja Kedepan persoalan ini akan cepat di rampungkan.Sehinga,masyarakat bisa kembali beraktifitas normal tanpa adanya bau busuk yang membuat sesak masyarakat sekitar”pungkas Adil.

Diduga Korupsi Dana Desa, Massa Tuntut Reje Kampung Gegarang Dinonaktifkan

Foto warga jagong Jeget

Takengon- Ratusan massa dari Desa Gegarang berdemo di Kantor Camat Jagong Jeget, Kamis (03/09/2020) pagi.

Masyarakat menuntut agar Reje Gegarang di nonaktifkan.

Dalam aksi demo tersebut Massa meminta agar Reje Gegarang dinonaktifkan dari jabatannya selama proses hukum berjalan.

Ketua RGM Idris menyampaikan “aksi masyarakat hari ini bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah maupun Kecamatan tidak bersikap tegas dalam masalah penyelahgunaan dana Desa oleh Reje Gegarang”, ungkap idris kepada ACEHNESIA.

“Semua bukti sudah kita laporkan kepada Pemerintah dan penegak hukum, namun tidak kunjung diperiksa, hari masyarakat menuntut selama prose hukum berjalan agar Reje untuk sementara di non aktifkan”, terang idris.

Di dalam aula tersebut masyarakat kembali mengemukakan tuntutannya agar Camat Jagong Jeget melaporkan dan membuat surat permohonan menonaktifkan Reje Gegarang Kepada Bupati Aceh Tengah.

Camat Jagong Jeget bersedia menandatangani surat pernyataan yang dibuat boleh masyarakat Gegarang untuk melaporkan dan membuat surat permohonan menonaktifkan Reje Gegarang Kepada Bupati Aceh Tengah.

“Baik atas dasar Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini, saya akan laporkan dan buat surat menonaktifkan Reje Gegarang Kepada Bupati Aceh Tengah”, terang Abada selaku Camat Kecamatan Jagong.

“Apabila dalam seminggu tuntutan masa tidak di penuhi maka masyarakat kembali dengan masa yang lebih besar kembali”.tutup indris.

Wisata Kampung Agusen Semakin Banyak di Kunjungi Masyarakat Luar, dalam Pandemi Covid19

PHOTO WISATAWAN LUAR BERMAIN ARUM JERAM DI DESA AGUSEN

Agusen merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Blangkejeren, Ibu Kota Kabupaten Gayo Lues.  Desa ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan hutan lindung di Kawasan Ekosistem Leuser. Bila memperhatikan lokasinya yang berada di sekitar taman nasional Gunung Leuser, tidak mengherankan bila di desa ini banyak sekali potensi wisata alam yang bisa dikembangkan untuk memanjakan wisatawan.

Desa wisata Agusen Kampung Inggris Gayo Lues Aceh berada cukup jauh dari pusat kota Blankejeren, yaitu sekitar 45 menit perjalanan. Tak perlu takut  bosan karena di sepanjang jalan menuju lokasi, Anda akan melihat bentang sungai dan alam  berupa persawahan, kebun kopi. Menariknya, Anda pun akan berjumpa dengan wajah-wajah ramah para  petani lokal yang sedang beraktivitas.

Selain potensi wisata alam dari sektor sawah dan kebun kopi, Desa Agusen memiliki Sungai, Agusen yang mengalir dari hulu Sungai Alas ke Singkil. Aliran air yang jernih membuat pengunjung yang datang ke sana tertarik untuk mengarungi dan bermain-main seperti Arum jeram yang sudah di sediakan oleh pengolahan Pemuda pemudi Kampung Agusen Waktu yang paling tepat untuk melihat keindahan Agusen adalah pagi hari, saat matahari terbit.

Dalam Pandemi Covid19 desa Agusen tidak pernah sepi di kunjungi oleh wisatawan dari luar, warga kampung Agusen begitu cemas dalam kedatangan wisatawan dari luar

Photo wisatawan berkunjung ke desa Agusen

Merasakan Sensasi Bukit Awan Bengkelang yang tidak Kamu Rasakan di Tempat Lain.

Keindahan Bukit Awan Bengkelang memang tidak di ragukan lagi. banyak sekali para wisatawan yang berkunjung bahkan sampai beberapa kali untuk menikmati sensasi berada di atas awan.

Sensasi ini hanya bisa dinikmati antara selepas subuh hingga pukul 08.00 WIB, saat gumpalan awan naik ke angkasa.

Ketika kamu berada di bukit awan ini, kamu akan merasakan seolah olah kamu sedang berada di atas awan, hal ini disebabkan suasana sejuk dan jarak awan yang terlalu dekat dengan bukit ini.

Biasanya pengunjung melakukan sebuah kegiatan seperti kemah agar dapat melihat keindahan matahari terbit di tempat ini.

Dengan suasana yang masih asri, alami, dan masih terlindungi, hal ini yang menjadikan tempat ini salah satu tempat wisata terfavorit di Aceh Tamiang.

“Bukit Awan Bengkelang” begitulah banyak orang menamai tempat ini yang memang lokasinya terdapat di desa Bengkelang itu sendiri, tepatnya berada di kec. Bandar Pusaka, kab. Aceh Tamiang.

Awal mula tempat ini mendadak viral, ketika salah satu organisasi pemuda bernama “Babo Project” dari desa Babo melakukan tapak tilas membuka lokasi ini dan melakukan kegiatan pengibaran bendera merah putih pada 17 agst 2019 tahun lalu.

Dari kegiatan tersebut banyak sekali para wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi tempat ini.

Lokasi ini berjarak sekitar kurang lebih 50km dari rumah warga setempat.
Untuk mencapai tempat ini, dahulu para pengunjung biasanya berjalan kali atau mendaki, karna memang jalan menuju tempat ini sangat tidak layak untuk dilintasi kendaran.

Namun, sekarang sudah ada perubahan dari sebelumnya, para wisatawan bisa menggunakan sepeda motor, karena pemerintah sudah melakukan pengerasan dan pelebaran jalan menuju tempat wisata ini agar mempermudah para wisatawan mencapai lokasi dan semakin ramai pengunjungnya.

Biasanya pengunjung membayar Rp. 10.000,00/ sepeda motor untuk biaya parkir, uang tersebut dikelola oleh BUMK desa Bengkelang sebagai uang keamanan untuk membayar upah bagi penjaga keamanan agar tidak terjadi hal² yg tidak diinginkan dan untuk biaya kebersihan juga penyediaan perlengkapan kemah lainnya.

Lembaga pengelola hutan kampung (LPHK DAMARAN BARU)

Kecamatan timang gajah kab. Bener meriah.damaran baru

Perempuan Damaran Baru membentuk tim penjaga hutan dengan anggotanya perempuan. Karena perempuan merasa bertanggung jawab untuk melindungi hutan, dan hutan adalah sumber kehidupan bagi perempuan.dan hutan adalah dapur bagi perempuan.

Karna di hutan banyak mengandung air dan oksigen bagi kami, air adalah kebutuhan bagi perempuan 3 x lipat di bandingkan dengan laki laki.

Perlindungan hutan identik dengan laki laki. Tapi di damaran baru perempuan memegang kunci untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan.

Tim ini diberi nama MPU UTEN (penjaga hutan)

Motivasi bagi perempuan ya itu dari terjadinya banjir bandang di tahun 2015 yang melanda wilayah tersebut bencana ini menhanyutkan belasan rumah sejak itulah perempuan perempuan motivisi melindungi hutan.

Dan perempuan yang di damaran baru memgagasi untuk mengadakan pembibitan dan untuk menanam kembali untuk penghijauan. Karna 1 pohon yg rusak akan di ganti dengan 15 pohon.

Rumbia

Warga pining kecamatan pining Gayo Lues mengambil Rumbia yang di olah menjadi tepung sagu

(foto Ismail)

Peran Jurnalis Wanita Dalam Pewartaan Gaya Baru

Kongres Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-IX di Bukittinggi pada 27-29 November 2014, menghasilkan satu keputusan penting dalam perkembangan jurnalisme di Indonesia. AJI memutuskan menerima jurnalis warga (citizen journalist) sebagai anggota. Sebelumnya, keanggotaan AJI hanya terbatas pada jurnalis yang bekerja pada media arus utama.

Penerimaan jurnalis warga sebagai anggota AJI tertuang dalam Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga AJI. Pembahasan jurnalis warga ini cukup alot dan memakan waktu paling lama, baik ketika sidang komisi maupun saat dibawa ke sidang pleno kongres. Perdebatan dinamis mengemuka mulai dari aspek kredibilitas, kualitas berita hingga perlindungan hukum bagi jurnalis warga.

Posisi jurnalisme warga memang belum terlindungi oleh UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Undang-undang yang menjadi tolak ukur kebebasan pers Indonesia itu hanya mengatur mengenai pers yang berbadan hukum. Sementara kenyataannya, AJI tak bisa menafikkan kehadiran jurnalis warga yang terus bertumbuhan 15 tahun terakhir.

Perkembangan Jurnalisme Warga

Jurnalisme warga berarti warga yang aktif mengumpulkan informasi, memverifikasi, menulis dan kemudian menyebarluaskannya; baik melalui blog personal, portal jurnalisme warga, media komunitas, mau pun media arus utama yang menyediakan kanal khusus bagi jurnalis warga. Sejatinya, jurnalisme warga bukan barang baru di Indonesia. Radio telah memulainya, jauh sebelum internet banyak diakses masyarakat.

Olivia Lewi Pramesti menyebutkan bahwa praktik jurnalisme warga berawal dari Radio Sonora Jakarta saat kerusuhan Mei 1998. Para pendengar melaporkan apa yang dilihat dan dialami ke radio tersebut. Sementara penelitian Moch. Nunung Kurniawan menunjukkan bahwa Radio Elshinta sejak tahun 2000 telah mempelopori jurnalisme warga dengan jumlah reporter hingga 100.000 orang. Keberhasilan Elshinta ini mengalahkan situs jurnalisme warga pertama di Korea Selatan, ohmynews yang memiliki 40.000 reporter.

Kehadiran internet memang makin menyuburkan jurnalisme warga. Global Web Index, sebuah perusahaan riset yang meneliti pasar konsumen digital, merilis bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 58 juta orang, dan merupakan terbanyak ke tujuh di dunia. Menurut Yanuar Nugroho dan Sofie Shinta Syarief (2012), kemajuan teknologi internet dan media sosial telah mengubah wajah media secara fundamental, dari komunikasi satu arah yang hanya menyampaikan berita dan informasi menjadi interaksi dua arah di mana pengguna dapat berinteraksi dengan penyedia informasi atau antara pengguna.

Wisnu Martha Adiputra (2012) menjelaskan bahwa cikal bakal jurnalisme warga di internet dimulai oleh APA KABAR yang dimoderasi seorang asal Maryland, MC Douglas, pada awal gerakan Reformasi. APA KABAR beredar dalam berbagai bentuk seperti original and relay mailing list, local newspaper and list dan sebagainya yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi dan bertukar pendapat. Selain APA KABAR, website yang disebut-sebut sebagai awal perkembangan jurnalisme warga adalah rumahkiri.net (2005),wikimu.com (2006), kabarindonesia.com (2006) dan kilasan.com (2006).

Melihat tren jurnalisme warga ini, media arus utama pun akhirnya menyediakan kanal khusus. Seperti kompasiana.com milik portal kompas.com, Citizen6 milik liputan6.com, tayangan NET 10 yang milik NET TV, dan Wideshot yang disediakan Metro TV. Kanal-kanal jurnalisme warga itu tak hanya mendongkrak jumlah kunjungan atau jumlah penonton di media tersebut. Media arus utama juga diuntungkan karena mendapatkan berita yang tak terjangkau oleh jurnalisnya.

Kehadiran jurnalisme warga menjadi antitesis atas ketidakpuasan publik terhadap pemberitaan media arus utama. Sebab media arus utama dibangun oleh sebuah struktur, bermodal besar, dan berkepentingan komersial serta politik yang hanya menempatkan warga sebagai konsumen atau obyek berita.

Secara historis, semangat kebebasan pers yang mendorong lahirnya jurnalisme warga tersebut menjadi marwah AJI. Organisasi yang berdiri tahun 1994 ini juga lahir dari semangat melawan otoritarianisme Orde Baru yang memberangus kemerdekaan pers. AJI kemudian menerbitkan media alternatif Independen yang tak berbadan hukum, bermodal kecil dan digerakkan oleh jurnalis-jurnalis tak berbayar.

Setelah reformasi, tantangan kebebasan pers tidak lagi rezim otoriter melainkan liberalisasi media yang nyatanya memunculkan konsentrasi kepemilikan media. Penelitian CIPG-HIVOS (dikutip Kristiawan, 2013:141), menyebutkan kepemilikan media pada 2012 di Indonesia ternyata terpusat di 12 orang atau kelompok.  Di antaranya yang terbesar yakni Hari Tanoesoedibjo melalui MNC Group yang memiliki 20 stasiun televisi, 22 radio, 7 media cetak dan 1 portal. Jawa Pos Group yang dimiliki Dahlan Iskan telah mendirikan 20 stasiun televisi, 177 media cetak dan 1 portal. Konglomerat media lainnya yakni Jacob Oetama melalui Kelompok Kompas Gramedia, Bakrie & Brothers (Visi Media Asia), dan Surya Paloh (Media Group).

Konsentrasi kepemilikan media tersebut tidak hanya berbahaya bagi masa depan media, tetapi juga berpengaruh pada konten pemberitaan. Pemilu 2014 menjadi contoh aktual bagaimana kepentingan publik banyak terabaikan dalam pemberitaan media yang pemiliknya berafiliasi dengan partai politik. Sebut saja Hari Tanoesoedibjo, pemilik MNC Group yang sebelumnya menjadi pimpinan Partai Hanura, Surya Paloh di Nasional Demokrat dan Aburizal Bakrie yang menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Kristiawan, dalam Penumpang Gelap Demokrasi (2012), menulis bahwa bertemunya kapital ekonomi dan kapital politik dalam bisnis media menjadikan media massa rentan menjadi instrumen dan kepentingan politik pemiliknya. Media massa rentan diperalat untuk memperkuat citra politik pemiliknya atau merusak citra politik lawan politiknya. Padahal, menurut Amir Effendi Siregar (2014), jaminan terhadap freedom of expression, freedom of speech dan freedom of the press adalah keharusan dalam dunia media. Namun itu saja tidak cukup. Perlu ada jaminan terhadap diversity of content, diversity of voice, diversity of ownership.

Tanpa jaminan tambahan itu, akan lahir penguasaan serta monopoli media dan informasi atas nama kebebasan, yang akhirnya akan membunuh proses demokratisasi media. Yanuar Nugroho dan Sofie Shinta Syarief berpendapat bahwa jurnalisme warga dapat dianggap sebagai keinginan masyarakat untuk mengumpulkan informasi yang lebih beragam, dengan sudut pandang yang lebih luas. Fenomena ini membuat masyarakat Indonesia percaya bahwa orang biasa punya kekuatan untuk menyebarkan informasi dan untuk membagi cerita dengan sudut pandang mereka.

Dengan demikian penulis yakin, langkah AJI mendorong jurnalisme warga ini adalah salah satu perjuangan untuk menegakkan demokratisasi media di Indonesia.

Mendorong Jurnalisme Warga yang Beretika

Kecanggihan teknologi internet memang membuat siapa pun bisa menjadi jurnalis warga. Dampaknya, informasi yang disampaikan bisa benar atau salah. Untuk menyaring banyaknya jurnalis warga tersebut, AJI menetapkan syarat khusus pada jurnalis warga yang akan menjadi anggota AJI.

Sesuai Pasal 2 Anggaran Rumah Tangga AJI, untuk menjadi anggota AJI, jurnalis warga harus menyertakan 12 karya jurnalistiknya yang telah dipublikasikan selama setahun terakhir. Syarat umumnya antara lain: tidak bekerja dan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan AD/ART serta Kode Etik AJI, harus mendapatkan rekomendasi dari tiga anggota AJI, serta bukan anggota partai politik.

Verifikasi atas kelayakan seorang jurnalis warga untuk menjadi anggota AJI diserahkan kepada 37 AJI Kota, sebab AJI Kota yang paling mengerti kondisi jurnalis warga di daerahnya. Kongres Bukittinggi juga memperkuat peran Majelis Etik untuk memberikan sanksi kepada anggotanya, termasuk jurnalis warga yang terbukti melakukan pelanggaran.

Konsekuensi dari pilihan ini adalah bahwa AJI harus ikut mendorong lahirnya jurnalis warga yang beretika, karena jurnalisme warga muncul dari warga biasa yang tidak mendapat keterampilan jurnalistik sebagaimana halnya jurnalis pada media arus utama. Kelemahan jurnalisme warga biasanya terletak pada kemampuannya melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperolehnya.

Lebih lanjut lag, belum ada undang-undang yang melindungi jurnalis warga. Jurnalis warga akan lebih mudah terjerat UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bahkan, media-media arus utama yang menyediakan kanal jurnalisme warga pun tak mau bertanggungjawab apabila terjadi gugatan terhadap pemberitaan jurnalis warga. Ini artinya, resiko kriminalisasi terhadap jurnalis warga jauh lebih besar dibandingkan jurnalis pada media arus utama.

Untuk mencetak jurnalis warga yang kapabel dan meminimalkan resiko hukum, pelatihan jurnalistik dan sosialisasi Kode Etik Jurnalistik perlu digalakkan. Dengan cara ini, diharapkan jurnalis warga tidak menyajikan berita bohong, bermuatan SARA, atau bermuatan pornografi. Sebaliknya, Kode Etik Jurnalistik mendorong jurnalis warga membuat berita yang berimbang, tidak subyektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berlebihan bila ada yang khawatir apabila kebangkitan jurnalis warga ini pada akhirnya akan menggeser peran jurnalis pada media arus utama. Sebaliknya, penulis berkeyakinan bahwa jurnalis warga dan jurnalis media arus utama bisa saling berkolaborasi. Jurnalis warga bisa menjadi garda penyedia informasi pertama. Sementara jurnalis media arus utama bergerak membuat liputan pendalaman dan investigasi.

Jadi, selamat datang wahai jurnalis warga!

Contoh Layout Postingan Banyak Foto

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris ac diam non odio sollicitudin porta. Praesent ligula magna, molestie non blandit quis, tincidunt nec erat. Donec eu sollicitudin odio. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Suspendisse potenti. Etiam quis hendrerit sapien, ac ultricies quam. Ut non tellus pulvinar, egestas odio ut, aliquet leo. Cras facilisis vestibulum nisi sed euismod.

Sed suscipit erat nec arcu sagittis, at interdum orci blandit.

Aliquam scelerisque commodo dolor, quis finibus libero pretium quis. Nullam et consequat justo, ac euismod ipsum. Fusce urna turpis, vulputate at malesuada vel, eleifend ut orci. In vel massa quis risus mattis vehicula. Donec hendrerit dignissim nibh, nec interdum diam faucibus et. Cras pretium nunc at lacinia elementum.

Nullam ac posuere turpis. Nulla vitae ligula at ligula convallis fermentum ac finibus risus.

Integer vel interdum urna, a ullamcorper diam. Donec euismod metus quam, nec interdum dui vulputate ac. Duis dignissim neque dui, eu malesuada nunc dignissim at. Ut ornare turpis quis arcu porttitor, semper fermentum lacus accumsan. Praesent semper quam quis molestie congue. Proin congue non justo sit amet fermentum. Cras sollicitudin lacus at augue suscipit, pulvinar tincidunt felis consequat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat"

Latest Posts