Laporan Moch Chandra Adlinsyah

ACEHNESIA.COMSaya Moch Chandra Adlinsyah, alumni Universitas Pendidikan Indonesia.

Demisioner ketua Ikatan Mahasiswa Aceh UPI tahun 2018 dan juga kader dari Sekolah Pemimpin Muda Aceh.

Kamis, 23 September 2020, saya berziarah ke makam Tungku Bantaqiah Beutong Ateuh Banggala bersama 2 (dua) orang lainnya.

Nabil dan Sandi yang merupakan penduduk asli Ule Jalan Kabupaten Nagan Raya.

Akses jalan menuju ke sana sudah cukup baik. Dan di setengah perjalanan, tepatnya setelah puncak singgah mata, saya melihat semangat anak anak Indonesia muda Aceh dalam menempuh pendidikannya di era covid 19.

Ada yang sedang mencari sinyal untuk pembelajaran daring.

Dengan pakaian yang bebas, ada yang terlihat ceria, dan adapula yang terlihat sebaliknya.

Saya sempat mengamati mereka secara sekilas.

Tidak semua dari mereka mempunyai fasilitas untuk melaksanakan pembelajaran.

Dan tidak semua dari mereka mampu mengoperasikan gedget sesuai harapan yang digaung-gaungkan oleh elit politik saat ini.

Sedih?

Iya. Bangga?

Juga ia.

Karena semangat mereka anak pelosok negeri yang tidak pernah padam.

Kami dengar anggaran covid sangat banyak.

Apa manfaat anggaran tersebut?

Bagaimana perencanaan untuk pengelolaan anggaran tersebut?

Dan sudah sampai mana dampak anggaran tersebut bagi masyarakat?

Mungkin, jika saya bisa menyarankan alangkah baiknya anggaran tersebut juga dapat membantu fasilitas pendidikan bagi para penuntut ilmu di era covid ini.

Buatkan pos disetiap perdesaan dengan tetap mengikuti intruksi dari protokol kesehatan sebagai wadah untuk anak-anak dapat melaksanakan proses belajar daring.

Karena sangat disayangkan, jika anggaran ini tidak dikelola dengan bijaksana.

Akan merugikan masyarakat, khususnya generasi bangsa mendatang.

Semoga pandemi cepat berlalu dan pemerintah tetap bijak dalam menempatkan kebijakannya. (*)

Share.

Leave A Reply