Peureulak, Aceh Timur. Dilaporkan oleh masyarakat warga dusun Blang Gading pada hari senin tanggal 7 September 2020.  Dua ekor Gajah liar masuk dan merusak perkebunan sawit warga di kecamatan ranto peureulak. Masuknya dua ekor gajah ini disinyalir karena populasinya yang tidak terkendali. Pemerintah yang bertanggung jawab atas pencatatan populasi gajah di sekitar Aceh Timur kurang memberikan informasi kepada warga atas dampak yang bisa disebabkan.

                       

Habitat Gajah liar semakin sempit karena penebangan pohon di hutan yang tidak terkendali . Karena semakin sempitnya areal habitat gajah menyebabkan gajah – gajah tersebut masuk ke kawasan hunian warga dan merusak lahan petani.

Rusaknya lahan petani bisa menyebabkan hilangnya mata pencaharian warga.

Untuk saat ini kawasan yang terdampak oleh kerusakan yang disebabkan gajah liar tersebut baru dusun Blang Gading, dikhawatirkan jika tidak ada tindak lanjut dari pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan gajah serta habitatnya maka akan semakin meluas ke dusun sekitar Blang Gading seperti Alur Pinang dan Simpang Api.

Masyarakat Blang Gading sudah melapor pada keplor dan Geuchik perihal kerusakan lahan perkebunan warga oleh gajah – gajah tersebut dan harapannya pihak yang terkait segera menindak lanjuti musibah ini.