Taukah Kamu, Begini Cara Menangkap Ikan Secara Tradisional di Pining

0 Comments
Salah seorang warga Pining sedang membersihkan ikan hasil tangkapannya.(Foto Ismail)

Pining terletak di kawasan paling timur Kabupaten Gayo Lues yang berbatasan langsung dengan Lokop Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur dan Desa Kalul, Aceh Tamiang.

Masyarakat selain berpenghasilan dari sektor pertanian juga menggantungkan hidup dari hasil alam misalnya dari aktivitas menangkap ikan air tawar di sungai setempat.

Masyarakat di Kecamatan Pining pun punya cara khusus dalam menangkap ikan, demi menjaga populasi ikan di sungai setempat.

Berdasarkan kesepakatan bersama seluruh penghulu sekecamatan Pining bahwa menangkap ikan dengan menggunakan racun seperti Melanet, meracun akan di kenakan denda secara adat.

“Tujuannya agar spesies ikan yang hidup di sungai Pining, populasinya tak cepat punah,” sebut Ketua Forum Penjaga Hutan dan Sungai Harimau Pining, Abu Kari Aman Jarum.

Warga memasak ikan kebaro Sejenis kering yang banyak di temukan di sungai Ayar Putih,Pining,Gayo Lues.(Foto:Ismail)

Biasanya, warga ketika hendak mencari ikan pergi menelusuri sungai dan bermalam di pinggiran sungai untuk mengumpulkan tangkapan ikan, warga menggunakan alat tradisional seperti jala dan pancing.

Aktivitas mencari ikan dengan bermalam di pinggir sungai ini sering dilakukan warga saat menjelang hari hari besar Islam seperti maulid nabi, idul adha, idul Fitri maupun ketika ada warga yang mengadakan hajatan sunat rasul maupun pesta perkawinan.

Semoga kesadaran masyarakat untuk tidak meracun di sungai ini bisa diterapkan.

Pasalnya, tindakan ini sangat berbahaya. Baik untuk keberlangsungan populasi ikan maupun demi kesehatan manusia yang mengonsumsi ikan tersebut.

Choose your Reaction!
Leave a Comment

Your email address will not be published.